Sunday, March 27, 2022

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Rumah Ibadah Berbasis Teknologi

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Rumah Ibadah Berbasis Teknologi (Studi Kasus pada Cetiya Veluvana Arama di Kabupaten Tangerang)

Permasalahan penelitian ini adalah belum dipahaminya perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi rumah ibadah berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi rumah ibadah berbasis teknologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian pada cetiya Veluvana Araama di Kabupaten Tangerang. Subjek penelitian terdiri dari unsur kepengurusan dan pengelola cetiya, guru SMB, dan umat cetiya Veluvana Arama. Objek penelitian yaitu: 1) tujuan dan sasaran pelayanan, 2) proses utama dan manajemen cetiya, 3) kebutuhan dan infrastruktur sistem informasi, serta 4) kebutuhan dan infrastruktur teknologi informasi. Proses utama yang menjadi objek penelitian yaitu berkaitan dengan operasional proses pelayanan, pendidikan pada SMB, dan kegiatan sosial. Manajemen cetiya meliputi area fungsional, data dan informasi pengelolaan cetiya. Metode Anita Cassidy digunakan dalam penyusunan perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi. Analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi menggunakan SWOT dan PEST Analysis. Data penelitian juga dianalisis dengan analisis data model Miles and Huberman.

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Framework Anita Cassidy
Perencanaan Sistem Informasi Rumah Ibadah Berbasis Teknologi

Perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi pada cetiya Veluvana Arama menghasilkan roadmap pengembangan yang terdiri dari: 1) Redesain infrastruktur teknologi, 2) Sistem informasi SMB, 3) Sistem informasi umat cetiya, 4) Pengembangan sistem dengan mengadopsi jejaring sosial, 5) Pengembangan sistem dengan mengadopsi Aplikasi Pesan Instan, dan 6) Pengembangan sistem dengan mengadopsi Aplikasi Pesan Instan. Akses informasi dan perkembangan media baru (new media) dalam bentuk digital menjadi faktor eksternal yang membawa pada terciptanya kebutuhan infrastruktur dan koneksi internet. Dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi, rekomendasi divisi sistem dan teknologi informasi menjadi bagian dalam perencanaan yang harus terimplementasi pada cetiya Veluvana Arama.

Kata Kunci: Perencanaan Strategis, Framework Anita Cassidy Sistem Informasi

Saturday, March 26, 2022

Pendekatan Digital Penyampaian Dhamma

Permasalahan penelitian ini adalah belum dipahaminya pendekatan digital penyampaian Dhamma pada cetiya dan vihara di Kabupaten Tangerang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pendekatan digital penyampaian Dhamma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Objek penelitian ini adalah pendekatan digital penyampaian Dhamma. Ruang lingkup penelitian pada berbagai pendekatan digital yang dilakukan pembabar Dhamma dalam penyampaian Dhamma pada cetiya dan vihara di Kabupaten Tangerang.

Buddha Dharma
Pendekatan Digital Penyampaian Dhamma

Subjek penelitian terdiri dari pembabar Dhamma, yang meliputi Bhikkhu, penyuluh (Penyukuh PNS dan Penyuluh non-PNS), Pandita, penceramah Dhamma, serta pengurus cetiya dan vihara yang melakukan kegiatan menyampaian Dhamma. Wawancara pada pengurus cetiya dan vihara dilakukan untuk mendapatkan data berbagai kegiatan penyampaian Dhamma yang sudah dan akan dilakukan pada cetiya dan vihara. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menampilkan pendekatan digital pedagogy dan knowledge transfer. Bentuk pemanfaatan media digital yang digunakan yaitu membuat file presentasi slide Microsoft Office PowerPoint, video konferensi dengan aplikasi Zoom Meeting, pesan broadcast dengan WhatsApp group dan WhatsApp broadcast, membuat status pada aplikasi jajaring sosial Facebook dan Instagram, serta membuat Facebook dan Instagram Posts.

Penelitian Pendekatan Digital Penyampaian Dhamma

Monday, March 14, 2022

Kakawin Sutasoma Mpu Tantular

 Teks Terjemahan Sutasoma. Penggalan Kakawin Sutasoma Mpu Tantular. 

Gambar: most beautiful Indian woman paintings-www.fineartandyou.com-50

Sutasoma - LI - hal. 167

Rambutnya hitam bagaikan pekatnya mendung hitam. Rembulan menyusut dan pucat karena kalah kecantikannya dibandingkan parasnya. Kelapa gading yang cantik tiadalah artinya dibandingkan payudaranya yang terbentuk sempurna. Pinggangnya bagaikan keris yang dikeluarkan dari sarung. Kecantikannya melebihi bunga teratai yang bergoyang ditiup angin.


Keelokan rupanya bagaikan Dewi Asmara yang turun ke Bumi, dan karena keunggulan penampakan dan kecantikannya itu hingga iya menimbulkan hasrat di hati. Semua bidadari kalah dibandingkan dengannya, tidak ada yang bisa menandingi. Mereka bagaikan bintang-bintang yang meredup saat bulan muncul atau bulan yang redup saat terbitnya matahari.


Semua bidadari pun takjub melihat rupa sang dewi, pasti pangeran pun akan menyambutnya. Keharuman kasturi dari kainnya menyebar dan beraroma wangi bagaikan dupa. Seperti keharuman kerajaan Dewa Asmara yang tersebar luas di masa lalu saat sang dewa mati di gunung.


Buku Kakawin Sutasoma Mpu Tantular

Penerjemah Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo

Cetakan pertama Komunitas Bambu, Agustus 2009

Sunday, June 9, 2019

Media Pembelajaran Interaktif dan Komponen Penting Media Pembelajaran

Media pembelajaran dikembangkan untuk membatu proses pembelajaran. Prinsip Komunikasi tertuang dalam media pembelajaran yang baik, dengan asumsi bahwa media pembelajaran merupakan alat atau media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan (dalam hal ini adalah materi pembelajaran). Seorang guru, tenaga pendidik, atau pengajar dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan bantuan alat, bahan, dan media yang tepat, sehingga materi yang disampaikan akan lebih mudah dimngerti dan dipahami. Lebih lanjut, media pembelajaran membawa pada pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Interactive Technology.
Learning and Education
Media Pembelajaran
Media yang dikembangkan tidak harus mahal, mewah dan selalu berbeda dengan yang lain, tetapi media yang baik adalah media yang mengadopsi untur-unsur dan komponen penting media pembelajaran itu sendiri. Komponen penting media pembelajaran adalah tujuan, materi, kondisi peserta didik, dan metode, yang seluruhnya tertuang dalam bagan media pembelajaran. Media yang dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Media pembelajaran harus dapat menyampaikan materi dengan baik. Media pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik, serta harus dapat mendukung metode guru dalam penyampaikan materi pembelajaran. Banyak sekali software yang dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai media pembelajaran, diantaranya: Microsoft PowerPoint, Adobe dan Macromedia Flash, Dreamweaver, dan masih banyak yang lainnya, yang tentuya disesuaikan dengan kebutuhan, keuangan, dan kompetensi yang dimiliki. Education learning media.

Thursday, March 28, 2019

Animasi Musik - Lagu Buddhis Kebijaksanaan

Perkembangan teknologi dan sistem informasi membawa dampak pesat terhadap bidang multimedia. Berbagai bentuk informasi dan data tidak hanya disajikan dalam bentuk satu media, tetapi dengan banyak media. Animasi multimedia merupakan penggabungan bentuk informasi teks, audio, dan video. Ini merupakan gambar animasi bergerak dengan tambahan musik. Lagu yang digunakan adalah lagu Buddhis dengan judul Kebijaksanaan. Download lagu Buddhis ini dengan animasi  bergerak, langkah-langkah:

1. Klink link ini Animasi Musik Lagu Buddhis Kebijaksanaan
2. Download file Kebijaksanaan .ppsx
3. Double clock file dan dapat digunakan.
Lagu Buddhis Kebijaksanaan
PowerPoint Template and Annimation by: Diyufeixuan PowerPoint Heaven 2003, Tree Annimation and image by Timoty Ansell.

Annimation Template: Transitory Nature PowerPoint Heaven, pptheaven.mvps.org, Diyufeixuan. Tree Annimation by: Timoty Ansell. PowerPoint Annimation. Music Background: Judul Kebijaksanaan, Cipt. Darmadi Tjahjadi, Voc. Alena Wu. Hindustani Classical Music image: www.dnaindia.com. Video Editing Software: Sonny Vegas Pro 12.0.

Monday, March 25, 2019

Media Pembelajaran PowerPoint

Media Pembelajaran PowerPoint. Media ini dapat dijadikan media pembelajaran Agama Buddha. Template Powerpoint yang sudah berisi lagi dapat di edit dan ditambahkan teks. Mungkin teks yang ditambahkan dapat juga dengan menuliskan sutta dalam Agama Buddha atau teks lain yang dirasa perlu. Kunjungi juga Channel Youtube untuk mendapatkan video lainnya.


Media Pembelajaran PowerPoint - Lagu Buddhis Pekik Kemenangan

Animasi PowerPoint: PowerPoint Heaven - The Power to Animate Power.
Point Backgrounds: Timoty Ansell.
Title: Nature Scenes Ruins Concept Art: Draw In Microsoft Office PowerPoint 2003.
Background Song: Pekik Kemenangan (Cipt. Darmaji Tjahjadi).
Buddha Image: Pinterest.com, Buddha Tree Of Enlightenment.

Friday, March 22, 2019

Animasi Video Lagu Buddhis

Video animasi ini  dibuat dengan menggunakan Microsoft PowerPoint dalam bentuk file video ppsx. Dapat langsung digunakan sebagai lagu buddhis dan dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Seluruh unsur animasi dibuat menggunakan Microsoft PowerPoint. Dengan demikian, animasi ini merupakan video animasi PowerPoint yang berisi lagu Buddhis dan cerita Buddhis. Animasi ini mengisahkan Kisagotami dalam Agama Buddha. 

Langkah:
1. Kunjungi link ini: Kisagotami
2. Download file PPSX Kisagotami
3. Double click dan jalankan file Kisagotami.

Sumber asli file:

POWERPOINT EXPERT CLUB
© 2008 Aero Games
By: Anthony Barfield
Background Design: Anthony
Barfield, PowerPoint Game
Theme: Microsoft PowerPoint
Animation Credit Title:
Coolguy7, oksungmi.com,
PowerPoint Expert Club
Buddha Image: VectorStock, 
VectorStock.com/2171107
Bao Mother Sad Picture:
pngtree.com/freepng
Background Song:
Duka Seorang Bunda,
Luthfi Ulum
Edited By:
Heriyanto, STABN Sriwijaya

Monday, March 11, 2019

Animasi PowerPoint

Ini merupakan animasi bergerak dengan PowerPoint. PowerPoint dapat digunakan untuk membuat presentasi yang menarik, tetapi juga dapat digunakan sebagai software untuk membuat animasi bergerak. Ini merupakan animasi PowerPoint dengan teks berjalan. Untuk download PowerPoint yang sudah berisi animasi, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Klik link Animasi PowerPoint disini
2. Download file
3. Jalankan file ppsx dengan melakukan double click
4. Jika menginginkan file yang dapat diedit berupa file pptx, dapat menghubung admin melalui email.

Sumber:
Source: Jeremiah. The Prince of PowerPoint.Infiltration. Through the Fire and the Flames by: Dragonforce. PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org Windows Sound: Submitted by Coolguy7. This showcase is a winning entry for the Intro Animation Contest. Intro Animation Contest is a celebration contest held by Korea's PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org

Friday, March 8, 2019

Video dengan PowerPoint

Dengan Microsoft PowerPoint kita dapat membuat animasi teks, gambar, tabel, grafik SmartArt, dan objek lain. Animasi dengan PowerPoint sangat mudah, hanya dengan mengelola animasi dan efek. Dengan animasi PowerPoint kita dapat membuat presentasi yang menarik dan memukau. Berbagai animasi dan efek di Microsoft PowerPoint dapat menjadi satu dalam sebuah slide dan file presentasi. Untuk selanjutnya file presentasi dapat di Save & Send dalam bentuk video (create a video). Video dengan PowerPoint merupakan slide atau file presentasi yang di publish atau dipublikasi dengan cara membuat video. Video PowerPoint dalam bentuk file format Windows Media Video (WMV). Untuk membuat slide berjalan secara otomatis, dapat dilakukan dengan memberikan efek timer untuk pergerakan setiap slide. Download PowerPoinnt Template, langkah:
1. Download file disini
2. Edit template yang sudah berisi animasi
3. Ganti gambar, objek, warna, lagu, dan teks sesuai keinginan,
4. Save As
5. Pada menu File pilih Save & Send (untuk Ms.Office 2010) (pilih Publish untuk Ms.Office 2007)
6. Plih create a video
7. Sesuaikan pengaturan video, dan
8. Klik icon Create a Video


Animasi dengan PowerPoint
Animasi video dengan PowerPoint
Image Source: https://www.brightcarbon.com/blog/powerpoint-animation-microsoft-fix-these-things

Sumber:
The Art of PowerPoint, rapidppt, PowerPoint Showcase.
The Art of PowerPoint is a PowerPoint Showcase by Rapid PPT Community (China). An advertorial for their new PowerPoint book, this showcase features advanced PowerPoint animations.
PowerPoint Template: TheArtofPowerPoint.pps. PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org
PowerPoint Heaven. Sound: Venomous David Fesliyan https://www.fesliyanstudios.com
Animation Video With Microsoft PowerPoint.

Tuesday, March 5, 2019

Animasi Video Microsoft PowerPoint

Berikut ini merupakan cara membuat animasi dengan Microsoft PowerPoint. Animasi dapat berupa animasi teks berjalan dan video animasi. Dengan demikian, file presentasi anda dapat lebih menarik dan interaktif. Sebagai contoh, berikut ini adalah Animasi Credit Title dengan menggunakan Microsoft Powerpoint.

1. Download file-file template powerpoint di sini
2. Edit dan modifikasi teks berjalan yang ada pada file PowerPoint
3. Save as

sumber gambar: https://www.brightcarbon.com/blog/making-images-transparent-in-powerpoint

Sumber:
Animasi PowerPoint teks berjalan. Membuat credit title atau ending film. Submitted by Coolguy7. This showcase is a winning entry for the Intro Animation Contest. Intro Animation Contest is a celebration contest held by Korea's PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org PowerPoint making / Design : Zaoeyo Sound : Videocopilot Designer’s Sound Background Music : “Batman The Dark Knight” OST – Last Laugh.

Ket: 
jangan lupa untuk menyertakan sumber dan pencipta pada setiap file yang kita buat dengan menggunakan file ini. Hormati kekayaan intelektual dalam berinternet. 

Friday, February 22, 2019

A STUDY OF INDONESIAN TRANSLATION OF SIMILES AND METAPHORS IN JULIUS CAESAR

This study focused on a study of Indonesian translation of similes and metaphors in Julius Caesar. It was a qualitative study. The data were collected from Julius Caesar written by William Shakespeare and its Indonesian version translated by Dewan Kesenian Jakarta. The collected data were analyzed based on Keraf’s and Larson’s frameworks on the classification of similes and metaphors.

The main objectives of this study is to answer the following research problems: (1) to find out the types of similes and metaphors, (2) to find out the translation methods, and (3) to find out how the simile and metaphor Indonesian translation meets the principles of accuracy, naturalness and clarity. The result shows that first, the use of closed simile (24 item) was more dominant than open simile (18 items). Of metaphors, live metaphors definitely became the foremost figure found in the Julius Caesar (110 items), while dead metaphors only appeared in 36 items. Second, the most dominant procedure in simile translation were literal with 13 items (6.91 %) of open simile and 14 items (7.45 %) of closed simile. In the metaphors, modified literal translation were found with 21 items (11.17 %) of dead metaphor, and 51 items (27.13 %) of live metaphors. The fact showed that the metaphors were not easy to translate because their meaning are implicitly stated, and hard to identify. Therefore, the translator should pay more attention to the metaphors in order to catch the source language meaning, master the translation methods, and consider the contents of the text in a whole unit of sentence in order to avoid mistranslation. It is also found that accuracy, naturalness and clarity were connected one another in the translation process.
Keyword: simile, metaphors, accuracy, naturalness, and clarity.

Tesis
Lalita Vistari S.W.D.
Atma Jaya Catholic University

Thursday, February 21, 2019

Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangeran Banten

Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa

Heriyanto 
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten 
heriyanto@stabn-sriwijaya.ac.id 
Abstrak
Masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya pengaruh Pelayanan dan  Fasilitas  terhadap Kepuasan  Mahasiswa  STABN  Sriwijaya.  Tujuan penelitian  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  Pelayanan  dan  Fasilitas terhadap  kepuasan  mahasiswa  STABN  Sriwijaya.  Penelitian  dibatasi  pada mahasiswa STABN Sriwijaya semester genap tahun akademik 2014/2015. Jenis  penelitian kuantitatif  dengan  pendekatan  Ex  Post  Facto. 

Penelitian  ini merupakan  penelitian  populasi.  Penelitian  dilakukan  di  STABN  Sriwijaya Tangerang  Banten.  Subjek  penelitian  adalah  mahasiswa  STABN  Sriwijaya tahun akademik 2014/2015 berjumlah 116 orang. Objek penelitian terdiri dari Pelayanan,  Fasilitas,  dan  Kepuasan  Mahasiswa  STABN  Sriwijaya.  Variabel independen  penelitian  yaitu  Pelayanan  (X 1 )  dan  Fasilitas  (X 2 ),  sedangkan variabel  dependen  pada  penelitian  yaitu  Kepuasan  Mahasiswa  STABN Sriwijaya  (Y).  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  non-tes menggunakan  kuesioner  dengan  lima  klasifikasi  menggunakan  skala  Likert. Kuesioner  yang  dibagikan  berjumlah  116,  dua  tidak  dikembalikan  dengan alasan  yang  tidak  diketahui.  Pengujian  asumsi  klasik  dilakukan  dengan  uji normalitas regresi,  multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji prasyarat dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  analisis  Regresi Linier Berganda.

Hasil  penelitian  mendapatkan  persamaan  Regresi  Linier  Berganda.  Nilai persamaan Regresi Linier Berganda adalah Y’=(-0,225)+0,495X 1 +0,691X 2.  Terjadi hubungan  positif  antara  Pelayanan  dan  Fasilitas  terhadap  Kepuasan Mahasiswa.  Kenaikan  Pelayanan  dan  Fasilitas  akan  diikuti  dengan peningkatan  Kepuasan  Mahasiswa  STABN  Sriwijaya.  Penurunan  Pelayanan dan  Fasilitas  akan  diikuti  juga  dengan  menurunnya  tingkat  kepuasan Mahasiswa  STABN  Sriwijaya.  Terdapat  pengaruh  antara  Pelayanan  dan Fasilitas  secara  bersama-sama  terhadap  Kepuasan  Mahasiswa  STABN Sriwijaya sebesar 73,4%. Secara parsial terdapat pengaruh Pelayanan terhadap Kepuasan  Mahasiswa  STABN  Sriwijaya  dan  terdapat  pengaruh  signifikan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa STABN Sriwijaya.

Analisis Regresi Berganda
Pengaruh Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Mahasiswa
Keyword: Pelayanan, Fasilitas, STABN Sriwijaya, Kepuasan Mahasiswa

Wednesday, February 20, 2019

Etika Komputer dan Kompetensi Content Evaluation sebagai Strategi Menangkal Radikalisme Guna Meningkatkan Nasionalisme di Era Digital

Etika Komputer dan Kompetensi Content Evaluation sebagai Strategi Menangkal Radikalisme

Bagaimana etika komputer dan kompetensi content evaluation menjadi sebuah strategi menangkal radikalisme menjadi permasalahan dalam kajian ini. Tujuan kajian adalah mendeskripsikan etika komputer dan kompetensi content evaluation sebagai strategi menangkal radikalisme guna meningkatkan nasionalisme di era digital.
Pembahasan dalam kajian ini menggunakan teknis analisis Sintesis Wacana. Analisis terdiri pendahuluan, lanjutan, dan akhir, dengan mempertimbangkan unsur teks, konteks, dan wacana. Sintesis yang dilakukan merupakan kelanjutan dari proses analisis dalam upaya merekonstruksi teks dan konteks. Sintesis dilakukan dengan menggunakan perbandingan, isu-isu, dan fakta dalam rangka menjelaskan implikasi etika komputer dan kompetensi content evaluation dalam menghadapi permasalahan radikalisme di era digital. Penelitian terdahulu, kasus, dan data yang didapatkan dengan teknik Netnography menjadi unsur penting dalam memenuhi subtansi teks dan konteks.
Hasil kajian menampilkan langkah-langkah dalam menangkal radikalisme di era digital, yaitu: a) Perilaku etis penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; b) Formulasi dan justifikasi kebijakan penggunaan teknologi, komputer, dan media sosial; c) Pendidikan etika komputer dan literasi digital; d) Pemahaman content evaluation dalam penggunaan internet dan media sosial; e) Menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet juga meliputi identifikasi keabsahan berita dan informasi yang direferensikan media online.

Monday, February 4, 2019

COLLEGE ACADEMIC FREEDOM IN THE DIGITAL DISRUPTION ERA

COLLEGE ACADEMIC FREEDOM IN THE DIGITAL DISRUPTION ERA

Heriyanto
Sriwijaya Buddhist State College Tangerang Banten
heriyanto@stabn-sriwijaya.ac.id

The urgency of college academic freedom is to freely seek knowledge, freely to develop knowledge, freely to express the work and to publish scientific papers, and freely to disseminate knowledge to the welfare of society by not abandoning scientific values and academic value. How does academic freedom in the digital disruption era become a separate issue in this study. This study focuses on the implementation of college academic freedom in the digital era. The results of the study are expected to provide a description and to describe the implementation academic freedom in the digital age. This research is library research, this study uses technical analysis of discourse synthesis, taking into account elements of text, context, and discourse. The synthesis is a continuation of the analysis process in an attempt to reconstruct text and context, using comparison of issues and facts in order to explain the implementation of academic freedom in the digital age. Past research, cases, and data obtained from the internet have become an important element in fulfilling the textual subtance and context of academic freedom in the digital age. The results of the study provide an overview of the implementation of college academic freedom in the era of digital disruption. Academic freedom in the era of digital disruption focuses on: 1) Adoption of digital technology in deepening, developing, and disseminating knowledge, 2) Creating new innovations in the implementation of Tridharma College, 3) Keeping scientific values, be professional, and responsible values, 4) Upholding the ethics and morality, 5) Commitment in implementing the management, regulation and policies that has been set, and 6) Creating efficiency, effectiveness, and upgrading the college services.

Keywords: Academic Freedom, Digital Disruption, College.

COLLEGE ACADEMIC FREEDOM IN THE DIGITAL DISRUPTION ERA

Wednesday, January 30, 2019

PEST Analysis Sebagai Strategi Peningkatan Pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha

Heriyanto. 2016. PEST Analysis Sebagai Strategi Peningkatan Pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha. 4th INTERNATIONAL CONFERENCE ASSOCIATION OF THERAVADA BUDDHIST UNIVERSITIES (IATBU). Challenges and Opportunities. Magelang - Java Tengah. Conference Start Date: Nov 10, 2016, Conference End Date: Nov 14, 2016.


Saturday, November 10, 2018

Information System Strategy at Buddhist Religious Colleges in Indonesia

Information System Strategy at Buddhist Religious Colleges in Indonesia, case study at Sriwijaya Buddhist College. The SI/TI Strategic planning at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten is a step in aligning the systems and information technology in accordance with the strategy and business process at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. It is a qualitative descriptive research and this study uses primary and secondary data. The data collection includes interviews, documentation, questionnaires, and direct observation of the organization. The analysis tools used are the method of Value Chain, SWOT, PEST, Porters Five Force, and Critical Success Factor (CSF). The results of this research is a form or formulation of strategic plans IS/IT in accordance with STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, in the form of data architecture, applications and technology to support business process at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.

Keyword: Strategic Planning IS/IT, IT Master Plan, Enterprise Architecture Planning, EAP, Information Systems Strategic Planning, Information Technology and Information Systems, Zachman’s Framework.

Download: Penyusunan Rencana Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dengan Enterprise Architecture Planning (EAP), Studi Kasus Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten
Research for a thesis at Budi Luhur University, Jakarta. 2012.
Heriyanto & Ir. Dana Indra Sensuse, MLIS., PhD.

Wednesday, November 7, 2018

Kompetensi Literasi Digital

Gilster (1997: 3) membagi digital literacy competencies ke dalam empat kompetensi inti yang perlu dimiliki, yaitu: Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, dan Knowledge Assembly.
  1. Internet Searching. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yakni kemampuan untuk melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan search engine, serta melakukan berbagai aktivitas didalamnya.
  2. Hypertextual Navigation. Sebagai suatu keterampilan untuk membaca serta pemahaman secara dinamis terhadap lingkungan hypertext. Memahami navigasi hypertext dalam website dan browser. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Pengetahuan tentang hypertext dan hyperlink beserta cara kerjanya, 2) Pengetahuan tentang perbedaan antara membaca buku teks dengan melakukan browsing melalui internet. 3) Pengetahuan tentang cara kerja website meliputi pengetahuan tentang bandwidth, http, html, dan url, serta 4) Kemampuan memahami karakteristik halaman website.
  3. Content Evaluation. Kompetensi content evaluation mencakup beberapa komponen antara lain: 1) Kemampuan membedakan antara tampilan dengan konten informasi yakni persepsi pengguna dalam memahami tampilan suatu halaman website yang dikunjungi, 2) Kemampuan menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet yakni kesadaran untuk menelusuri lebih jauh mengenai sumber dan pembuat informasi, 3) Kemampuan mengevaluasi suatu alamat website dengan cara memahami macam-macam domain untuk setiap lembaga ataupun negara tertentu, 4) Kemampuan menganalisis halaman website, serta 5) Pengetahuan tentang FAQ dalam suatu newsgroup/grup diskusi.
  4. Knowledge Assembly. Kompetensi ini sebagai suatu kemampuan untuk menyusun pengetahuan, membangun suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik. Hal ini dilakukan untuk kepentingan tertentu baik pendidikan maupun pelaksanaan tugas. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Kemampuan untuk melakukan pencarian informasi melalui internet, 2) Kemampuan untuk membuat suatu personal newsfeed atau pemberitahuan berita terbaru yang akan didapatkan dengan cara bergabung dan berlangganan berita dalam suatu newsgroup, mailing list maupun grup diskusi lainnya yang mendiskusikan atau membahas suatu topik tertentu sesuai dengan kebutuhan atau topik permasalahan tertentu, 3) Kemampuan untuk melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh, 4) Kemampuan untuk menggunakan semua jenis media untuk membuktikan kebenaran informasi, serta 5) Kemampuan untuk menyusun sumber informasi yang diperoleh di internet dengan kehidupan nyata yang tidak terhubung ddalam jaringan komunikasi internet.
digital literacy competencies
digital literacy competencies
Sumber gambar https://tecnologia.mediatelecom.com.mx/2018/09/20/la-era-digital-ha-transformado-todo-que-hasta-podemos-trabajar-en-pijama

Davis & Shaw (2011) menyatakan terdapat 6 kompetensi utama digital literacy, meliputi
 a. Pemahaman format digital dan non digital;
 b. Penciptaan dan komunikasi informasi digital;
 c. Evaluasi informasi;
 d. Penghimpunan atau perakitan pengetahuan;
 e. Literasi informasi, dan
 f. Literasi media.

Digital literacy competencies menjadi sebuah indikator dan alat ukur kemampuan seseorang hingga dapat dikatakan memiliki kemampuan digital literacy. Digital literacy competencies menjadi sebuah kemampuan, keterampilan, yang bergabung dengan pengalaman dalam menggunakan teknologi digital.

Sunday, October 28, 2018

Strategi Digital - Digital Strategy

Digital adalah aplikasi teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja manusia Strategi digital berbeda dengan strategi teknologi informasi. Pertanyaan yang kerap kali muncul adalah untuk apa implementasi, pengadaan, dan pemanfaatan teknologi digital dilakukan. Banyak dari organisasi hanya terkonsentrasi pada penerapan teknologi baru pada produk, praktik, dan proses baru, tetapi dengan melupakan bahwa teknologi digital menjadi sebuah roadmap dan acuan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.

Strategi digital adalah proses untuk memilih teknologi mana yang akan diinvestasikan dan ke mana investasi itu akan diarahkan. Pendekatan strategi digital menghasilkan suatu perencanaan dan berbagai bentuk manajemen untuk mencapai tujuan. Dengan melihat faktor internal dan eksternal perguruan tinggi khususnya perkembangan dunia digital yang mempengaruhi, strategi digital mengarah pada implementasi, pemanfaatan, dan investasi teknologi digital dalam mendukung seluruh proses, menajemen, dan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi. Strategi digital adalah kebutuhan untuk berfokus pada kebijakan, proses yang diutamakan, dan Sumber Daya Manusia yang tepat dapat dipercaya dalam menghadapi perkembangan digital (Boag, 2013).

Berkaitan dengan perguruan tinggi, strategi digital mengubah bentuk proses, interaksi, pemasaran, dan melihat secara tajam prospek perkembangan dunia digital sebagai daya upaya dalam menghadapai perubahan harapan masyarakat dan penyesuaian terhadap peraturan dan kebijakan perguruan tinggi. Strategi digital yang hebat memberikan arahan, memungkinkan para pimpinan memimpin dengan inisiatif digital, mengukur kemajuan mereka, dan kemudian mengalihkan upaya tersebut sesuai kebutuhan (Ross, et al, 2017: 8). Langkah pertama dalam strategi digital adalah berpikir secara kritis, langkah digital apa yang harus diupayakan untuk mengatasi berbagai permasalahan dan memenangkan aspek pasar organisasi. Begitu juga dengan perguruan tinggi, menentukan strategi digital harus didahului analisis yang komprehensif, dengan melihat aspek internal dan eksternal perguruan tinggi. Undang-undang, peraturan, kebijakan, aspek keunggulan, dan kelemahan perguruan tinggi harus menjadi bahan dalam merumuskan strategi digital.

Referensi:
https://www.accenture.com/us-en/blogs/blogs-digital-what-is-digital-strategy.
Boag, Paul. 2013. So You Want To Write A Digital Strategy https://www.smashingmagazine.com/2013/07/you-want-to-write-a-digital-strategy ((diakses 19 Agustus 2018).
Ross, W, Jeanne., et al. 2017. How to Develop a Great Digital Strategy. MITSLoan Management Review, Vol. 58, No. 2 Reprint #58204.

Friday, August 3, 2018

Kompetensi Literasi Media Digital Siswa SMA di Tangerang

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Tingkat kompetensi literasi media digital dilakukan dengan memberikan kategori (tinggi, sedang, dan rendah) yang diukur menggunakan dimensi digital literacy competencies.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 114 orang. Objek penelitian adalah kompetensi literasi media digital siswa kelas X pada SMA beryayasan buddhis di Tangerang. Kompetensi literasi media digital dispesifikan lagi pada kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan data akademik di sekolah. Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling melalui area sampling. Pengumpulan data dengan teknik non tes menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian yaitu SMA Atisa Dipamkara, SMA Perguruan Buddhi, SMA Dharma Putra, dan SMA Ehipassiko School. Kuesioner menggunakan empat klasifikasi berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data dengan teknik statistik deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi.

Digital Literacy Competencies
Digital Literasi Competencies
Sumber gambar: https://blog.grovo.com/free-digital-skills-training

Hasil penelitian menyatakan tingkat kompetensi literasi media digital siswa SMA kelas X pada sekolah beryayasan buddhis di Tangerang sebesar 72,39%. Sebesar 13,16% kategori tinggi, sebesar 68,42% kategori sedang, dan sebesar 18,42% kategori rendah. Untuk dimensi Internet Searching sebesar 83,42%. Sedangkan kategori tingkatan kompetensi untuk setiap responden berada pada 21,93% kategori tinggi, 64,04% kategori sedang, dan 14,04% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Hypertextual Navigation sebesar 64,73%, dengan kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan 16,67% kategori rendah. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Content Evaluation sebesar 70,87%, kategori tinggi sebesar 17,54%, sedang 65,79%, dan kategori rendah 16,67%. Tingkat kompetensi literasi media digital siswa kelas X dilihat dari dimensi Knowledge Assembly sebesar 71,43%, sebesar 20,18% kategori tinggi, 64,91% kategori sedang, dan 14,91% dalam kategori rendah.

Wednesday, April 4, 2018

Disrupsi Digital dan Disruptive Innovation

Disrupsi digital mengacu pada kecepatan dan besarnya kemajuan teknologi yang mengganggu cara-cara yang telah ditetapkan untuk mnciptakan nilai, baik dalam pemasaran, interaksi sosial, serta pemikiran, dan pemahaman individu (Patra, 2017: 1). Teknologi digital membawa keadaan disrupsi berbagai sektor masyarakat. Perkembangan teknologi mewajibkan restrukturisasi berbagai jenis business process, manajemen lembaga, organisasi, dan institusi agar sejalan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Disrupsi digital terjadi pada berbagai aspek dan tingkatan, mulai dari individu, praktik kerja, praktik bisnis, struktur industri, dan sosial masyarakat.

Disrupsi Digital - Era Digital
Image by: Marketoonist. https://marketoonist.com/2016/03/disruptive.html
Disrupsi dalam kaitannya dengan teknologi digital, menjadikan cara, model, dan business process lama menjadi tidak lagi relevan dimasyarakat. Perkembangan masyarakat modern dengan adopsi teknologi yang cukup tinggi memaksa terciptanya berbagai inovasi manajemen dan kebijakan untuk segera menciptakan dan menjalankan langkah-langkah, model, dan business process yang inovatif dengan pendekatan yang berbeda agar mampu bertahan masa sekarang dan yang akan datang (Christensen, Clayton M. et. al., 2015: 44–53). Inovasi yang diciptakan harus mampu memudahkan dan meningkatkan pelayanan dan juga memberikan efisiensi yang tinggi. Peningkatan pelayanan dengan berbagai dukungan dan pemanfaatan teknologi, menjadikan keadaan disrupsi tidak sekadar ancaman tetapi menimbulkan peluang tanpa harus mengubah arah dan core business process.

Referensi:

-Christensen, Clayton. M, et. al., 2015. Disruptive Innovation, what is disruptive innovation?. A version of this article appeared in the December 2015 issue (pp.44–53) of Harvard Business Review.
-Nihar K. Patra. 2017. Digital Disruption And Electronic Resource Management In Libraries. United States: Chandos Publishing Is An Imprint Of Elsevier.