Showing posts with label Tulisan. Show all posts
Showing posts with label Tulisan. Show all posts

Monday, March 14, 2022

Kakawin Sutasoma Mpu Tantular

 Teks Terjemahan Sutasoma. Penggalan Kakawin Sutasoma Mpu Tantular. 

Gambar: most beautiful Indian woman paintings-www.fineartandyou.com-50

Sutasoma - LI - hal. 167

Rambutnya hitam bagaikan pekatnya mendung hitam. Rembulan menyusut dan pucat karena kalah kecantikannya dibandingkan parasnya. Kelapa gading yang cantik tiadalah artinya dibandingkan payudaranya yang terbentuk sempurna. Pinggangnya bagaikan keris yang dikeluarkan dari sarung. Kecantikannya melebihi bunga teratai yang bergoyang ditiup angin.


Keelokan rupanya bagaikan Dewi Asmara yang turun ke Bumi, dan karena keunggulan penampakan dan kecantikannya itu hingga iya menimbulkan hasrat di hati. Semua bidadari kalah dibandingkan dengannya, tidak ada yang bisa menandingi. Mereka bagaikan bintang-bintang yang meredup saat bulan muncul atau bulan yang redup saat terbitnya matahari.


Semua bidadari pun takjub melihat rupa sang dewi, pasti pangeran pun akan menyambutnya. Keharuman kasturi dari kainnya menyebar dan beraroma wangi bagaikan dupa. Seperti keharuman kerajaan Dewa Asmara yang tersebar luas di masa lalu saat sang dewa mati di gunung.


Buku Kakawin Sutasoma Mpu Tantular

Penerjemah Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo

Cetakan pertama Komunitas Bambu, Agustus 2009

Sunday, June 9, 2019

Media Pembelajaran Interaktif dan Komponen Penting Media Pembelajaran

Media pembelajaran dikembangkan untuk membatu proses pembelajaran. Prinsip Komunikasi tertuang dalam media pembelajaran yang baik, dengan asumsi bahwa media pembelajaran merupakan alat atau media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan (dalam hal ini adalah materi pembelajaran). Seorang guru, tenaga pendidik, atau pengajar dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan bantuan alat, bahan, dan media yang tepat, sehingga materi yang disampaikan akan lebih mudah dimngerti dan dipahami. Lebih lanjut, media pembelajaran membawa pada pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Interactive Technology.
Learning and Education
Media Pembelajaran
Media yang dikembangkan tidak harus mahal, mewah dan selalu berbeda dengan yang lain, tetapi media yang baik adalah media yang mengadopsi untur-unsur dan komponen penting media pembelajaran itu sendiri. Komponen penting media pembelajaran adalah tujuan, materi, kondisi peserta didik, dan metode, yang seluruhnya tertuang dalam bagan media pembelajaran. Media yang dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Media pembelajaran harus dapat menyampaikan materi dengan baik. Media pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik, serta harus dapat mendukung metode guru dalam penyampaikan materi pembelajaran. Banyak sekali software yang dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai media pembelajaran, diantaranya: Microsoft PowerPoint, Adobe dan Macromedia Flash, Dreamweaver, dan masih banyak yang lainnya, yang tentuya disesuaikan dengan kebutuhan, keuangan, dan kompetensi yang dimiliki. Education learning media.

Thursday, March 28, 2019

Animasi Musik - Lagu Buddhis Kebijaksanaan

Perkembangan teknologi dan sistem informasi membawa dampak pesat terhadap bidang multimedia. Berbagai bentuk informasi dan data tidak hanya disajikan dalam bentuk satu media, tetapi dengan banyak media. Animasi multimedia merupakan penggabungan bentuk informasi teks, audio, dan video. Ini merupakan gambar animasi bergerak dengan tambahan musik. Lagu yang digunakan adalah lagu Buddhis dengan judul Kebijaksanaan. Download lagu Buddhis ini dengan animasi  bergerak, langkah-langkah:

1. Klink link ini Animasi Musik Lagu Buddhis Kebijaksanaan
2. Download file Kebijaksanaan .ppsx
3. Double clock file dan dapat digunakan.
Lagu Buddhis Kebijaksanaan
PowerPoint Template and Annimation by: Diyufeixuan PowerPoint Heaven 2003, Tree Annimation and image by Timoty Ansell.

Annimation Template: Transitory Nature PowerPoint Heaven, pptheaven.mvps.org, Diyufeixuan. Tree Annimation by: Timoty Ansell. PowerPoint Annimation. Music Background: Judul Kebijaksanaan, Cipt. Darmadi Tjahjadi, Voc. Alena Wu. Hindustani Classical Music image: www.dnaindia.com. Video Editing Software: Sonny Vegas Pro 12.0.

Monday, March 25, 2019

Media Pembelajaran PowerPoint

Media Pembelajaran PowerPoint. Media ini dapat dijadikan media pembelajaran Agama Buddha. Template Powerpoint yang sudah berisi lagi dapat di edit dan ditambahkan teks. Mungkin teks yang ditambahkan dapat juga dengan menuliskan sutta dalam Agama Buddha atau teks lain yang dirasa perlu. Kunjungi juga Channel Youtube untuk mendapatkan video lainnya.


Media Pembelajaran PowerPoint - Lagu Buddhis Pekik Kemenangan

Animasi PowerPoint: PowerPoint Heaven - The Power to Animate Power.
Point Backgrounds: Timoty Ansell.
Title: Nature Scenes Ruins Concept Art: Draw In Microsoft Office PowerPoint 2003.
Background Song: Pekik Kemenangan (Cipt. Darmaji Tjahjadi).
Buddha Image: Pinterest.com, Buddha Tree Of Enlightenment.

Friday, March 22, 2019

Animasi Video Lagu Buddhis

Video animasi ini  dibuat dengan menggunakan Microsoft PowerPoint dalam bentuk file video ppsx. Dapat langsung digunakan sebagai lagu buddhis dan dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Seluruh unsur animasi dibuat menggunakan Microsoft PowerPoint. Dengan demikian, animasi ini merupakan video animasi PowerPoint yang berisi lagu Buddhis dan cerita Buddhis. Animasi ini mengisahkan Kisagotami dalam Agama Buddha. 

Langkah:
1. Kunjungi link ini: Kisagotami
2. Download file PPSX Kisagotami
3. Double click dan jalankan file Kisagotami.

Sumber asli file:

POWERPOINT EXPERT CLUB
© 2008 Aero Games
By: Anthony Barfield
Background Design: Anthony
Barfield, PowerPoint Game
Theme: Microsoft PowerPoint
Animation Credit Title:
Coolguy7, oksungmi.com,
PowerPoint Expert Club
Buddha Image: VectorStock, 
VectorStock.com/2171107
Bao Mother Sad Picture:
pngtree.com/freepng
Background Song:
Duka Seorang Bunda,
Luthfi Ulum
Edited By:
Heriyanto, STABN Sriwijaya

Monday, March 11, 2019

Animasi PowerPoint

Ini merupakan animasi bergerak dengan PowerPoint. PowerPoint dapat digunakan untuk membuat presentasi yang menarik, tetapi juga dapat digunakan sebagai software untuk membuat animasi bergerak. Ini merupakan animasi PowerPoint dengan teks berjalan. Untuk download PowerPoint yang sudah berisi animasi, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Klik link Animasi PowerPoint disini
2. Download file
3. Jalankan file ppsx dengan melakukan double click
4. Jika menginginkan file yang dapat diedit berupa file pptx, dapat menghubung admin melalui email.

Sumber:
Source: Jeremiah. The Prince of PowerPoint.Infiltration. Through the Fire and the Flames by: Dragonforce. PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org Windows Sound: Submitted by Coolguy7. This showcase is a winning entry for the Intro Animation Contest. Intro Animation Contest is a celebration contest held by Korea's PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org

Friday, March 8, 2019

Video dengan PowerPoint

Dengan Microsoft PowerPoint kita dapat membuat animasi teks, gambar, tabel, grafik SmartArt, dan objek lain. Animasi dengan PowerPoint sangat mudah, hanya dengan mengelola animasi dan efek. Dengan animasi PowerPoint kita dapat membuat presentasi yang menarik dan memukau. Berbagai animasi dan efek di Microsoft PowerPoint dapat menjadi satu dalam sebuah slide dan file presentasi. Untuk selanjutnya file presentasi dapat di Save & Send dalam bentuk video (create a video). Video dengan PowerPoint merupakan slide atau file presentasi yang di publish atau dipublikasi dengan cara membuat video. Video PowerPoint dalam bentuk file format Windows Media Video (WMV). Untuk membuat slide berjalan secara otomatis, dapat dilakukan dengan memberikan efek timer untuk pergerakan setiap slide. Download PowerPoinnt Template, langkah:
1. Download file disini
2. Edit template yang sudah berisi animasi
3. Ganti gambar, objek, warna, lagu, dan teks sesuai keinginan,
4. Save As
5. Pada menu File pilih Save & Send (untuk Ms.Office 2010) (pilih Publish untuk Ms.Office 2007)
6. Plih create a video
7. Sesuaikan pengaturan video, dan
8. Klik icon Create a Video


Animasi dengan PowerPoint
Animasi video dengan PowerPoint
Image Source: https://www.brightcarbon.com/blog/powerpoint-animation-microsoft-fix-these-things

Sumber:
The Art of PowerPoint, rapidppt, PowerPoint Showcase.
The Art of PowerPoint is a PowerPoint Showcase by Rapid PPT Community (China). An advertorial for their new PowerPoint book, this showcase features advanced PowerPoint animations.
PowerPoint Template: TheArtofPowerPoint.pps. PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org
PowerPoint Heaven. Sound: Venomous David Fesliyan https://www.fesliyanstudios.com
Animation Video With Microsoft PowerPoint.

Tuesday, March 5, 2019

Animasi Video Microsoft PowerPoint

Berikut ini merupakan cara membuat animasi dengan Microsoft PowerPoint. Animasi dapat berupa animasi teks berjalan dan video animasi. Dengan demikian, file presentasi anda dapat lebih menarik dan interaktif. Sebagai contoh, berikut ini adalah Animasi Credit Title dengan menggunakan Microsoft Powerpoint.

1. Download file-file template powerpoint di sini
2. Edit dan modifikasi teks berjalan yang ada pada file PowerPoint
3. Save as

sumber gambar: https://www.brightcarbon.com/blog/making-images-transparent-in-powerpoint

Sumber:
Animasi PowerPoint teks berjalan. Membuat credit title atau ending film. Submitted by Coolguy7. This showcase is a winning entry for the Intro Animation Contest. Intro Animation Contest is a celebration contest held by Korea's PowerPoint Expert Club. http://pptheaven.mvps.org PowerPoint making / Design : Zaoeyo Sound : Videocopilot Designer’s Sound Background Music : “Batman The Dark Knight” OST – Last Laugh.

Ket: 
jangan lupa untuk menyertakan sumber dan pencipta pada setiap file yang kita buat dengan menggunakan file ini. Hormati kekayaan intelektual dalam berinternet. 

Wednesday, November 7, 2018

Kompetensi Literasi Digital

Gilster (1997: 3) membagi digital literacy competencies ke dalam empat kompetensi inti yang perlu dimiliki, yaitu: Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, dan Knowledge Assembly.
  1. Internet Searching. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yakni kemampuan untuk melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan search engine, serta melakukan berbagai aktivitas didalamnya.
  2. Hypertextual Navigation. Sebagai suatu keterampilan untuk membaca serta pemahaman secara dinamis terhadap lingkungan hypertext. Memahami navigasi hypertext dalam website dan browser. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Pengetahuan tentang hypertext dan hyperlink beserta cara kerjanya, 2) Pengetahuan tentang perbedaan antara membaca buku teks dengan melakukan browsing melalui internet. 3) Pengetahuan tentang cara kerja website meliputi pengetahuan tentang bandwidth, http, html, dan url, serta 4) Kemampuan memahami karakteristik halaman website.
  3. Content Evaluation. Kompetensi content evaluation mencakup beberapa komponen antara lain: 1) Kemampuan membedakan antara tampilan dengan konten informasi yakni persepsi pengguna dalam memahami tampilan suatu halaman website yang dikunjungi, 2) Kemampuan menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet yakni kesadaran untuk menelusuri lebih jauh mengenai sumber dan pembuat informasi, 3) Kemampuan mengevaluasi suatu alamat website dengan cara memahami macam-macam domain untuk setiap lembaga ataupun negara tertentu, 4) Kemampuan menganalisis halaman website, serta 5) Pengetahuan tentang FAQ dalam suatu newsgroup/grup diskusi.
  4. Knowledge Assembly. Kompetensi ini sebagai suatu kemampuan untuk menyusun pengetahuan, membangun suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik. Hal ini dilakukan untuk kepentingan tertentu baik pendidikan maupun pelaksanaan tugas. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Kemampuan untuk melakukan pencarian informasi melalui internet, 2) Kemampuan untuk membuat suatu personal newsfeed atau pemberitahuan berita terbaru yang akan didapatkan dengan cara bergabung dan berlangganan berita dalam suatu newsgroup, mailing list maupun grup diskusi lainnya yang mendiskusikan atau membahas suatu topik tertentu sesuai dengan kebutuhan atau topik permasalahan tertentu, 3) Kemampuan untuk melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh, 4) Kemampuan untuk menggunakan semua jenis media untuk membuktikan kebenaran informasi, serta 5) Kemampuan untuk menyusun sumber informasi yang diperoleh di internet dengan kehidupan nyata yang tidak terhubung ddalam jaringan komunikasi internet.
digital literacy competencies
digital literacy competencies
Sumber gambar https://tecnologia.mediatelecom.com.mx/2018/09/20/la-era-digital-ha-transformado-todo-que-hasta-podemos-trabajar-en-pijama

Davis & Shaw (2011) menyatakan terdapat 6 kompetensi utama digital literacy, meliputi
 a. Pemahaman format digital dan non digital;
 b. Penciptaan dan komunikasi informasi digital;
 c. Evaluasi informasi;
 d. Penghimpunan atau perakitan pengetahuan;
 e. Literasi informasi, dan
 f. Literasi media.

Digital literacy competencies menjadi sebuah indikator dan alat ukur kemampuan seseorang hingga dapat dikatakan memiliki kemampuan digital literacy. Digital literacy competencies menjadi sebuah kemampuan, keterampilan, yang bergabung dengan pengalaman dalam menggunakan teknologi digital.

Sunday, October 28, 2018

Strategi Digital - Digital Strategy

Digital adalah aplikasi teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja manusia Strategi digital berbeda dengan strategi teknologi informasi. Pertanyaan yang kerap kali muncul adalah untuk apa implementasi, pengadaan, dan pemanfaatan teknologi digital dilakukan. Banyak dari organisasi hanya terkonsentrasi pada penerapan teknologi baru pada produk, praktik, dan proses baru, tetapi dengan melupakan bahwa teknologi digital menjadi sebuah roadmap dan acuan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.

Strategi digital adalah proses untuk memilih teknologi mana yang akan diinvestasikan dan ke mana investasi itu akan diarahkan. Pendekatan strategi digital menghasilkan suatu perencanaan dan berbagai bentuk manajemen untuk mencapai tujuan. Dengan melihat faktor internal dan eksternal perguruan tinggi khususnya perkembangan dunia digital yang mempengaruhi, strategi digital mengarah pada implementasi, pemanfaatan, dan investasi teknologi digital dalam mendukung seluruh proses, menajemen, dan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi. Strategi digital adalah kebutuhan untuk berfokus pada kebijakan, proses yang diutamakan, dan Sumber Daya Manusia yang tepat dapat dipercaya dalam menghadapi perkembangan digital (Boag, 2013).

Berkaitan dengan perguruan tinggi, strategi digital mengubah bentuk proses, interaksi, pemasaran, dan melihat secara tajam prospek perkembangan dunia digital sebagai daya upaya dalam menghadapai perubahan harapan masyarakat dan penyesuaian terhadap peraturan dan kebijakan perguruan tinggi. Strategi digital yang hebat memberikan arahan, memungkinkan para pimpinan memimpin dengan inisiatif digital, mengukur kemajuan mereka, dan kemudian mengalihkan upaya tersebut sesuai kebutuhan (Ross, et al, 2017: 8). Langkah pertama dalam strategi digital adalah berpikir secara kritis, langkah digital apa yang harus diupayakan untuk mengatasi berbagai permasalahan dan memenangkan aspek pasar organisasi. Begitu juga dengan perguruan tinggi, menentukan strategi digital harus didahului analisis yang komprehensif, dengan melihat aspek internal dan eksternal perguruan tinggi. Undang-undang, peraturan, kebijakan, aspek keunggulan, dan kelemahan perguruan tinggi harus menjadi bahan dalam merumuskan strategi digital.

Referensi:
https://www.accenture.com/us-en/blogs/blogs-digital-what-is-digital-strategy.
Boag, Paul. 2013. So You Want To Write A Digital Strategy https://www.smashingmagazine.com/2013/07/you-want-to-write-a-digital-strategy ((diakses 19 Agustus 2018).
Ross, W, Jeanne., et al. 2017. How to Develop a Great Digital Strategy. MITSLoan Management Review, Vol. 58, No. 2 Reprint #58204.

Wednesday, April 4, 2018

Disrupsi Digital dan Disruptive Innovation

Disrupsi digital mengacu pada kecepatan dan besarnya kemajuan teknologi yang mengganggu cara-cara yang telah ditetapkan untuk mnciptakan nilai, baik dalam pemasaran, interaksi sosial, serta pemikiran, dan pemahaman individu (Patra, 2017: 1). Teknologi digital membawa keadaan disrupsi berbagai sektor masyarakat. Perkembangan teknologi mewajibkan restrukturisasi berbagai jenis business process, manajemen lembaga, organisasi, dan institusi agar sejalan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Disrupsi digital terjadi pada berbagai aspek dan tingkatan, mulai dari individu, praktik kerja, praktik bisnis, struktur industri, dan sosial masyarakat.

Disrupsi Digital - Era Digital
Image by: Marketoonist. https://marketoonist.com/2016/03/disruptive.html
Disrupsi dalam kaitannya dengan teknologi digital, menjadikan cara, model, dan business process lama menjadi tidak lagi relevan dimasyarakat. Perkembangan masyarakat modern dengan adopsi teknologi yang cukup tinggi memaksa terciptanya berbagai inovasi manajemen dan kebijakan untuk segera menciptakan dan menjalankan langkah-langkah, model, dan business process yang inovatif dengan pendekatan yang berbeda agar mampu bertahan masa sekarang dan yang akan datang (Christensen, Clayton M. et. al., 2015: 44–53). Inovasi yang diciptakan harus mampu memudahkan dan meningkatkan pelayanan dan juga memberikan efisiensi yang tinggi. Peningkatan pelayanan dengan berbagai dukungan dan pemanfaatan teknologi, menjadikan keadaan disrupsi tidak sekadar ancaman tetapi menimbulkan peluang tanpa harus mengubah arah dan core business process.

Referensi:

-Christensen, Clayton. M, et. al., 2015. Disruptive Innovation, what is disruptive innovation?. A version of this article appeared in the December 2015 issue (pp.44–53) of Harvard Business Review.
-Nihar K. Patra. 2017. Digital Disruption And Electronic Resource Management In Libraries. United States: Chandos Publishing Is An Imprint Of Elsevier.

Wednesday, March 14, 2018

Pertanyaan Keamanan Jejaring Sosial

Pertanyaan Keamanan Facebook: Pertanyaan bagaimanakah keamanan Facebook dan jejaring sosial lain menjadi permasalahan yang semakin serius. Facebook dan jejaring sosial lain (seperti Twitter) harus mengatasi masalah kerahasiaan pribadi (privasi) dan keamanan para pengguna. Privasi data dan keamanan pengguna Facebook menjadi keharusan ketika jejaring sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Di era digital seperti sekarang, media dan jejaring sosial telah berwujud dalam bentuk software dan aplikasi dengan tinggkat penggunaan yang sangat tinggi. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2017, menyatakan penggunaan penggunaan internet mencapai 97,13% untuk mengakses media sosial yang juga meliputi jejaring sosial, dengan peringkat tertinggi yaitu akses terhadap berbagai layanan dan aplikasi Chatting yang mencapai 89,35%.

Prinsip dasar yang harus berkembang adalah "Informasi tentang saya adalah milik saya, dan saya yang menentukan akan memberikan atau tidak memberikan data saya kepada orang lain". Menjadi permasalahan adalah bagaimana berbagai data (seperti foto, video, dan informasi pribadi lainnya) diatur secara penuh oleh pemilik akun jejaring sosial tersebut. Hal demikian tentunya berbanding terbalik dengan beberapa kebijakan data berbagai aplikasi dan layanan jejaring sosial. Kebijakan yang menggambarkan informasi apa yang kumpulkan dan bagaimana informasi tersebut digunakan dan dibagikan menjadi sebuah cara dan langkah terbuka untuk menjadikan jaringan sosial lebih menghubungkan dan terhubung. Kebijakan data jejaring sosial seperti Facebook berlaku untuk semua merek, produk, dan layanan Facebook yang tidak memiliki kebijakan privasi tersendiri atau yang terkait dengan kebijakan tersebut ( https://www.facebook.com/privacy/explanation ). Perusahaan seperti Facebook yang ingin membagi data yang mereka kumpulkan mengenai pengguna tentunya harus memberikan informasi yang eksplisit, dan mendapatkan izin secara eksplisit dari para pengguna. Di sisi lain, para pengguna facebook, media, dan jejaring sosial lain tentunya harus mempelajari dan belajar banyak berkaitan dengan pernyataan hak dan kewajiban, kebijakan data, dan standar komunitas yang telah ditetapkan.

Kemanan Media Sosial
Keamanan Data Pribadi pada Jejaring Sosial
Sumber gambar: www.pinterest.co.uk. https://www.pinterest.co.uk/pin/103231016437377890

Untuk menjawab pertanyaan keamanan, Facebook seharusnya mengumpulakan data hanya yang mereka butuhkan dan dalam tempo waktu yang mereka perlukan saja. Menjadi suatu kebiasaan, setiap calon pengguna yang ingin bergabung tentunya diwajibkan untuk mengisi informasi pribadi, jika tidak, para calon pengguna tidak akan pernah terdaftar dan tidak dapat bergabung dengan jejaring sosial tersebut. Akan tetapi masa sekarang ini, dalam dunia digital keamanan data menjadi permasalahan yang semakin besar. Para pengguna aktif dan perusahaan jejaring sosial itu sendiri telah berbagi terlalu banyak, dan semakin terhubung dengan semakin banyak orang, melawan batas wilayah dan negara. Para remaja pengguna internet, menjadi pengguna jejaring sosial yang paling aktif. Mereka menjadi barisan paling depan dalam menerima dampak permasalahan sisi keamanan data jejaring dan media sosial (Don Tapscott, 2013: 97). Hingga kini awal tahun 2018, terlihat berbagai cara, langkah, dan tindakan yang dilakukan para pengembang jejaring sosial seperti Facebook untuk sedapat mungkin memberikan keamanan kepada para pengguna. berbagai pop up system yang diberikan ketika pengguna melakukan login pada aplikasi facebook, pesan pada pop up yang berkaitan dengan pentinganya para pengguna melakukan setting pada privasi, untuk mempelajari dan memahami dengan jelas dasar-dasar privasi Facebook, standar komunitas, kebijakan data, kebijakan kuki, dan pengaturan terhadap iklan dan pihak ketiga pada aplikasi Facebook.

Tidak hanya dari sisi perusahaan yang mengemban tanggung jawab terhadap kerahasiaan data pribadi, tetapi para pengguna internet memiliki kewajiban untuk memastikan agar mereka mengendalikan dan mampu melakukan informasi yang diberikan kepada publik. Matt Cohler, mantan pakar strategi Facebook mengatakan, solusinya mungkin dengan melakukan pendefinisian ulang kerahasiaan pribadi dalam era digital, "pada masa lampau, kerahasiaan pribadi pada dasarnya adalah meliputi yang tampak oleh setiap orang atau yang tersembunyi dari setiap orang, private adalah sesuatu yang rahasia dan tidak ingin dibagi dengan orang lain". Kerahasiaan pribadi saat ini, bagi generasi yang selalu terhubung dengan internet, definisi akan kerahasiaan pribadi pun menjadi berubah. Kerahasian pribadi tidak terkait dengan terbuka sepenuhnya atau tersembunyi seutuhnya, tetapi lebih kepada kemampuan seseorang mengendalikan informasi yang ingin atau tidak mereka bagi kepada orang lain. Solusi Cohler untuk memecahkan permasalahan kerahasiaan pribadi adalah memberikan setiap orang kendali atas informasi yang ingin mereka bagikan, dan dengan siapa mereka akan membagikan informasi tersebut. Definisi Cohler tentang pengaturan kerahasiaan pribadi yang tuntas adalah ketika setiap orang di facebook telah menetapkan secara lengkap informasi yang ingin mereka bagikan kepada orang-orang tertentu dan apa informasi yang ingin mereka terima dari orang tertentu (Don Tapscott, 2013: 97). 

Pertanyaan Keamanan Jejaring Sosial
Keamanan Data Facebook
Sumber gambar: pando.com, https://pando.com/2014/01/06/facebook-isnt-dead-and-buried-to-teens-but-dodgy-journalism-lives-on

Kenyataan yang ada, ketidakpedulian para pengguna terhadap keamanan dan kerahasiaan data menjadi permasalahan serius yang membawa berbagai dampak negatif lain mengikuti. permasalahan lain seperti enggannya para pengguna untuk melakukan setting terhadap akun mereka, penggunaan dan pemahaman terhadap cara kerja website yang kurang, lemahnya interaksi dengan sistem (tidak membaca dan mempelajari berbagai pesan, pop up yang diberikan pada halaman aplikasi), ketidakmampuan untuk memberikan masukan (melaporkan penyalahgunaan) pada pengembang aplikasi berkaitan dengan konten yang tidak menyenangkan/ ilegal (pornografi, SARA, anak di bawah umur), dan juga  berbagai data pribadi terlalu banyak dan terbuka pada pihak ketiga yang kerjasama dengan aplikasi (seperti game dan aplikasi lain yang terhubung).

Seandainya para pengguna facebook telah memiliki kemapuan sharing dan filter yang baik, tentunya akan memberikan kondisi berbagi atau sharing informasi yang baik. ketika kita berpikir mengenai kerahasiaan pribadi yang baik tentunya tidak dengan segalanya menjadi tertutup dan rahasia, atau tersembunyi dari setiap orang. Kerahasiaan pribadi dapat ditentukan dari kita sendiri sebagai pengguna dan berbagi untuk orang lain sesuatu yang berguna dan hanya yang mereka butuhkan. Kondisi semacam itu masih sangat jauh dicapai melihat keadaan sekarang. Setiap pengguna perlu mengatasi permasalahan kerahasian pribadi. pertanyaan yang diajukan, lalu bagaimana tanggung jawab perusahaan jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan jejaring sosial lain untuk mengajarkan para pengguna dalam menjaga kerahasiaan pribadi?

Bagaimana lembaga pendidikan baik negeri dan swasta untuk membantu mengatasi permasalahan keamanan jejaring sosial? Bagaiaman satuan pendidikan baik dasar dan menengah untuk ikut mengatasi permasalahan keamanan data pribadi pada era digital? Bagaimana cara mengajarkan digital literasi pada seluruh masyarakat, khususnya oleh lembaga dan instansi pendidikan? Bagaimana integrasi literasi digital pada kurikulum dan pembelajaran di sekolah?, merupakan berbagai pertanyaan yang harus segera terjawab untuk ketercapaian masyarakat yang melek teknologi dan menciptakan masyarakat yang selaras dengan perkembangan teknologi, era modern dan global. Next.... :)

Sumber teks asli: Don Tapscott. 2013. Grown Up Digital: Yang Muda Yang Mengubah Dunia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka  Utama.  hal. 97. ISBN: 978-979-22-9722-5. 
Tapscott, Don. 2009. Grown Up Digital. NY: Mc-Graw Hill.

Monday, July 13, 2015

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha

Media Pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan suatu pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa. Dengan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan proses belajar mengajar kearah lebih baik. Bagan Prinsif Komunikasi menggambarkan media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Berkaitan dengan belajar, media adalah segala jenis komponen dalam lingkungan yang dapat merangsang untuk belajar. 

Secara luas, media dapat dikembangkan berkaitan dengan sarana dan prasarana yang membantu proses pendidikan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Dengan perkembangan teknologi yang terus meningkat pesat, media untuk belajar juga dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti dengan bantuan komputer, dan alat-alat elektronik yang dihasilkan dari perkembangan dan kemajuan teknologi. Media pembelajaran dapat menggunakan berbagai media, seperti media gambar, suara, dan teks, menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia. Media pembelajaran yang menarik diharapkan memberikan pengaruh positif dan mampu meningkatkan minat belajar serta menghasilkan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dari pembelajaran itu sendiri. Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan instruksional. 


Media Pembelajaran Agama Buddha Berbasis Multimedia
Media Pembelajaran Agama Buddha
Pendidikan adalah berbagai usaha yang terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Agama sendiri adalah nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama, mulai dari ibadah, sikap seperti berbuat baik kepada orang lain, penuh cinta kasih kepada sesama. Pendidikan Agama adalah bantuan pendidikan untuk membentuk kepribadian siswa sesuai dengan ajaran agama. Berkaitan dengan Agama Buddha, Pendidikan Agama Buddha adalah proses pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran Aagama Buddha, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/ kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dapat dikembangkan dengan berbagai media, media audio, media visual, atau audio visual. Banyak berbagai aplikasi komputer yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk membuat Media Pembelajaran Pandidikan Agama Buddha. Microsoft PowerPoint dengan slide presentasi, Adobe Flash Player, Teknologi media dan Jejaring Sosial dengan internet, dapat digunakan untuk membuat Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia. Media Pembelajaran dua dimensi atau media pembelajaran tiga dimensi juga dapat dikembangkan dengan kreativitas yang ada dari para pendidik. 

Sebagai penutup, berbagai Media Pembelajaran apapun dapat kita buat, Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha atau media pembelajaran lainnya, tetapi panduan utama dalam pembuatan media pembelajaran harus tidak terlepas dari Bagan Media Pembelajaran yang memiliki komponen Tujuan, Materi, Kondisi Peserta Didik, dan Metode. Media Pembelajran harus tepat terhadap tujuan pembelajaran, baik tujuan afektif, psikomotorik, dan tujuan kognitif pembelajaran. Ketepatan media pembelajaran dengan sasaran, yaitu usia, pendidikan, dan pengetahuan penerima, metode yang digunakan, serta penyesuaian terhadap materi harus menjadi panduan dalam Pembuatan Media Pembelajaran. Berikut: 

Contoh Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Berbasis Multimedia Dua Dimensi dengan menggunakan Microsoft PowerPoint 2007

<< Download Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha disini >> Jangan lupa tinggalkan pesan melalui kolom komentar! Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha ini dibuat oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Melalui pembelajaran komputer 1 dan Komputer 2 juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Multimedia. Masih banyak lagi Kumpulan Media Pembelajaran Agama Buddha, jika menginginkan Media Pembelajaran Agama Buddha dapat meninggalkan pesan melalui komentar pada postingan ini atau melalui email admin, heriyanto@stabn-sriwijaya.ac.id.

Friday, June 26, 2015

Menciptakan dan Berbagi Konten - Distributed Cognition

Kemajuan dunia digital mendorong sebuah bentuk kecerdasan baru. Menurut Henry Jenkins, direktur Comparative Media Studies Program di Massachusetts Institute of Technology. Terlihat bahwa hampir setengah anak remaja menciptakan konten untuk media digital, sementara sekitar satu pertiga berbagi konten dalam media tersebut.

 Collaborative, Distributed Cognition
images by: http://thinkibility.com/tag/information

Dunia komunikasi dan pendidikan, khususnya dalam hal pembelajaran juga tidak lepas dari kemajuan dunia digital seperti multimedia dan internet juga terwujud dalam berbagai media pembelajaran. Perkembangan dunia web dalam bentuk web 2.0 dan web 3.0 memungkinkan para pengguna semakin berkolaborasi ( kolaboratif ), aktif terlibat dalam penciptaan konten, menghasilkan pengetahuan ( knowledge ) dan berbagi informasi secara online. Blogs, micro-blogging, situs jaringan sosial (sebut saja Facebook dan Twitter ), video sharing ( Youtube ), dan photo sharing ( Istagram ) telah muncul dengan potensi keunikannya tersendiri. Dalam kondisi berbagi konten menciptakan terjadinya kultur partisipasi, kemampuan berinteraksi baik dengan orang lain maupun dengan komputer dapat mengembangkan kemampuan mental.

Dalam kasus bermain video game, bermain video game membantu menghasilkan bentuk kecerdasan kolektif, distributed cognition. Kecerdasan dapat ditingkatkan melalui kerjasama dengan orang lain ataupun melalui mesin (komputer). Para pendidik selalu mengetahui bahwa siswa belajar lebih melalui observasi langsung dan eksperimen dibandingkan dengan membaca buku teks atau mendengarkan ceramah (Henry Jenkins, 2009: 42). Video game memungkinkan pengguna untuk bermain dengan canggih dan teliti melalui simulasi, dalam kegiatan demikian terjadi proses membangun intuisi dan pemahaman bagaimana menggunakan kemampuan tersebut dalam dunia kerja. Dengan melalui simulasi dapat memperluas pengalaman yang dimiliki para pengguna simulasi tersebut.

Referensi:
-Don Tapscott. 2013. Grow Up Digital - Yang Muda Yang Mengubah Dunia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Kompas  Gramedia.
-Henry Jenkins. Confronting the Challenges of Participatory Culture: Media Education for the 21 Century, Internal White  Paper, The John D. and Catherine T. MacArthur Fundation, www.projectnml.org.
-Confronting the Challenges of Participatory Culture: Media Education for th 21st Century by Henry Jenkins (P.I.) with  Ravi Purushotma, Margaret Weigel, Katie Clinton, and Alice J. Robison.

Thursday, June 25, 2015

Konsep Editing Foto

Dokumentasi dapat diartikan sebagai segala bentuk media untuk mengabadikan atau mengarsip sesuatu (dalam hal ini adalah foto). Jadi segala jenis momen foto yang diambil (pas foto, prosesi, candid, dan close up) adalah bentuk dokumentasi.  Keslahpahaman penggunaan istilah foto dokumentasi, foto dokumentasi identik dengan foto yang diambil dengan mengikuti urutan prosesi tertentu, misalnya pernikahan, ulang tahun, dan wisuda, yang sebenarnya segala bentuk foto yang diambil adalah bentuk dokumentasi. > > bersambung 

Sebelum Digital dengan Digital
referensi:
Bonnie & Daniel. 2007. Photoshop: Fundamental Photo Editing.Jakarta: Elex Media Komputindo