Showing posts with label Pendidikan Agama Buddha. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Agama Buddha. Show all posts

Monday, March 25, 2019

Media Pembelajaran PowerPoint

Media Pembelajaran PowerPoint. Media ini dapat dijadikan media pembelajaran Agama Buddha. Template Powerpoint yang sudah berisi lagi dapat di edit dan ditambahkan teks. Mungkin teks yang ditambahkan dapat juga dengan menuliskan sutta dalam Agama Buddha atau teks lain yang dirasa perlu. Kunjungi juga Channel Youtube untuk mendapatkan video lainnya.


Media Pembelajaran PowerPoint - Lagu Buddhis Pekik Kemenangan

Animasi PowerPoint: PowerPoint Heaven - The Power to Animate Power.
Point Backgrounds: Timoty Ansell.
Title: Nature Scenes Ruins Concept Art: Draw In Microsoft Office PowerPoint 2003.
Background Song: Pekik Kemenangan (Cipt. Darmaji Tjahjadi).
Buddha Image: Pinterest.com, Buddha Tree Of Enlightenment.

Friday, March 22, 2019

Animasi Video Lagu Buddhis

Video animasi ini  dibuat dengan menggunakan Microsoft PowerPoint dalam bentuk file video ppsx. Dapat langsung digunakan sebagai lagu buddhis dan dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. Seluruh unsur animasi dibuat menggunakan Microsoft PowerPoint. Dengan demikian, animasi ini merupakan video animasi PowerPoint yang berisi lagu Buddhis dan cerita Buddhis. Animasi ini mengisahkan Kisagotami dalam Agama Buddha. 

Langkah:
1. Kunjungi link ini: Kisagotami
2. Download file PPSX Kisagotami
3. Double click dan jalankan file Kisagotami.

Sumber asli file:

POWERPOINT EXPERT CLUB
© 2008 Aero Games
By: Anthony Barfield
Background Design: Anthony
Barfield, PowerPoint Game
Theme: Microsoft PowerPoint
Animation Credit Title:
Coolguy7, oksungmi.com,
PowerPoint Expert Club
Buddha Image: VectorStock, 
VectorStock.com/2171107
Bao Mother Sad Picture:
pngtree.com/freepng
Background Song:
Duka Seorang Bunda,
Luthfi Ulum
Edited By:
Heriyanto, STABN Sriwijaya

Thursday, March 1, 2018

Simbolisasi Dhammacakkappavattana Sutta di Vihara Mendut

This study is based on the absence of a comprehensive description of the symbol of Dhammacakkappavattana Sutta (Sermon on the Dhamma Wheel) in the Mendut Monastery. This study aims to describe the holistic meaning of the symbolization of the first sermon containing the core of the Buddha's teachings, namely the Dhammacakkappavattana Sutta carved on the wooden window of the main dhammasālā at the Mendut Monastery complex.
This study uses analytical methods of interpretation (understanding and interpretation) with procedures: (a) inventory of empirical data objects as simple ideas; (b) the granting and excavation of the meaning contained in the object; (c) understanding through insight; and (d) interpretation. The object material of this study is the twelve symbols of the first preaching of the Buddha, the Dhammacakkappavattana Sutta, carved in the wooden windows as a series arranged in sequence as an explanation of the content of the sermon. The validity of the study is based on a confirmability that reflects the objectivity of the study.
The results of the study show that: (a) the Dhammacakkappavattana Sutta's sermon is symbolized into twelve icons or characters, namely the dharmacakra with thirty spokes (thirty-dharma wheels) and the dharmacakra with twelve spokes as an introduction, then the dharmacakra with three strings, the dharmacakra with eight spokes, the dharmacakra with four blades in which each has thick and thin sides, the dharmacakra with twenty four spokes, the dharmacakra with eight spokes, the lotus symbol, the striped circle, the eye symbol seeing waves, the single eye symbols, and the broken gongs; (b) the symbols of the Dhammacakkappavattana Sutta are understood and interpreted as a well-organized meaningful explanations reflecting the content of the sermon. They are commenced by cultivating the pāramitā (virtue) which is ten in number, each of which has three levels, the comprehension of the law of dependent origination, the two extremes namely self-mortification and self-indulgence, the Noble Eightfold Path as the middle way, the realization of the Four Noble Truths, the details of the Four Noble Truths, the Noble Eightfold Path as a path to be developed, the implementation of sīla as the basis, tranquility meditation, vipassanā meditation, the manifestation of paññā, and the attainment of Nibbāna.
The consequence of the Dhammacakkappavattana Symbolization simplified into a particular icon makes it easy to understand the content of the sermon. It can be used as a medium of Dharma education which is more contextual with an easy and powerful language.
Mendut monastery, Dhammacakkappavattana Sutta, Symbolization.

samatha bhāvanā
Simbolisasi Dhammacakkappavattana Sutta di Vihara Mendut
Waluyo
STABN Sriwijaya
sadarsetiapsaat76@gmail.com

Kajian ini didasarkan pada permasalahan tidak adanya deskripsi yang komprehensif mengenai simbol Dhammacakkappavattana Sutta (Khotbah tentang Pemutaran Roda Dhamma) yang ada di Vihara Mendut. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna secara holistik simbolisasi khotbah pertama yang memuat inti ajaran Buddha yaitu Dhammacakkappavattana Sutta yang terpahat pada media jendela kayu ruang dhammasālā belakang di kompleks Vihara Mendut.

Kajian ini menggunakan metode analisis verstehen-interpretation (pemahaman dan interpretasi) dengan prosedur: (a) inventarisasi objek data empiris sebagai simple ideas; (b) pemberian dan penggalian tentang makna yang terkandung pada objek; (c) pemahaman melalui insight; dan (d) interpretasi. Objek material kajian ini adalah dua belas simbol khotbah pertama Buddha yaitu Dhammacakkappavattana Sutta yang terpahat pada jendela kayu sebagai satu rangkaian yang disusun secara berurutan sebagai penjelasan isi khotbah. Keabsahan kajian didasarkan pada konfirmabilitas yang mencerminkan objektivitas kajian.

Hasil kajian menunjukkan bahwa: (a) khotbah Dhammacakkappavattana Sutta disimbolkan menjadi dua belas ikon atau karakter, yaitu dharmacakra (roda dharma) berjari-jari tiga puluh dan dharmacakra berjari-jari dua belas sebagai pendahuluan, kemudian cakra (roda) dengan tiga senar, dharmacakra berjari-jari delapan, dharmacakra dengan empat mata pisau masing-masing bersisi tebal dan tipis, dharmacakra berjari-jari dua puluh empat, dharmacakra berjari-jari delapan, simbol teratai, lingkaran bergaris, simbol mata melihat gelombang, simbol mata tunggal, dan gong pecah; (b) simbol-simbol Dhammacakkappavattana Sutta dipahami dan diinterpretasi sebagai rangkaian penjelasan penuh makna yang mencerminkan isi khotbah, yaitu diawali dengan pelaksanaan pāramitā (kebajikan) yang berjumlah sepuluh masing-masing dengan tiga tingkatan, pemahaman hukum dependent origination, dua hal ekstrem yaitu hidup menyiksa diri dan mengumbar hawa nafsu, Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagai middle way, pemahaman tentang Empat Kebenaran Ariya, rincian unsur Empat Kebenaran Ariya, Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagai jalan yang harus dikembangkan, pelaksanaan sīla sebagai dasar, meditasi konsentrasi, meditasi vipassanā, timbulnya paññā, dan pencapaian Nibbāna.

Hasil simbolisasi Dhammacakkappavattana Sutta yang disederhanakan ke dalam ikon tertentu mempermudah pemahaman mengenai isi khotbah tersebut. Hal ini dapat digunakan sebagai media pendidikan Dharma yang lebih kontekstual dengan bahasa yang mudah dan powerful.

Vihara Mendut, Dhammacakkappavattana Sutta, Simbolisasi

Waluyo. 2017. Simbolisasi Dhammacakkappavattana Sutta di Vihara Mendut. STABN Sriwijaya.

Monday, July 13, 2015

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha

Media Pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan suatu pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa. Dengan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan proses belajar mengajar kearah lebih baik. Bagan Prinsif Komunikasi menggambarkan media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Berkaitan dengan belajar, media adalah segala jenis komponen dalam lingkungan yang dapat merangsang untuk belajar. 

Secara luas, media dapat dikembangkan berkaitan dengan sarana dan prasarana yang membantu proses pendidikan sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Dengan perkembangan teknologi yang terus meningkat pesat, media untuk belajar juga dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti dengan bantuan komputer, dan alat-alat elektronik yang dihasilkan dari perkembangan dan kemajuan teknologi. Media pembelajaran dapat menggunakan berbagai media, seperti media gambar, suara, dan teks, menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia. Media pembelajaran yang menarik diharapkan memberikan pengaruh positif dan mampu meningkatkan minat belajar serta menghasilkan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dari pembelajaran itu sendiri. Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan instruksional. 


Media Pembelajaran Agama Buddha Berbasis Multimedia
Media Pembelajaran Agama Buddha
Pendidikan adalah berbagai usaha yang terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Agama sendiri adalah nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama, mulai dari ibadah, sikap seperti berbuat baik kepada orang lain, penuh cinta kasih kepada sesama. Pendidikan Agama adalah bantuan pendidikan untuk membentuk kepribadian siswa sesuai dengan ajaran agama. Berkaitan dengan Agama Buddha, Pendidikan Agama Buddha adalah proses pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran Aagama Buddha, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/ kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dapat dikembangkan dengan berbagai media, media audio, media visual, atau audio visual. Banyak berbagai aplikasi komputer yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk membuat Media Pembelajaran Pandidikan Agama Buddha. Microsoft PowerPoint dengan slide presentasi, Adobe Flash Player, Teknologi media dan Jejaring Sosial dengan internet, dapat digunakan untuk membuat Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia. Media Pembelajaran dua dimensi atau media pembelajaran tiga dimensi juga dapat dikembangkan dengan kreativitas yang ada dari para pendidik. 

Sebagai penutup, berbagai Media Pembelajaran apapun dapat kita buat, Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha atau media pembelajaran lainnya, tetapi panduan utama dalam pembuatan media pembelajaran harus tidak terlepas dari Bagan Media Pembelajaran yang memiliki komponen Tujuan, Materi, Kondisi Peserta Didik, dan Metode. Media Pembelajran harus tepat terhadap tujuan pembelajaran, baik tujuan afektif, psikomotorik, dan tujuan kognitif pembelajaran. Ketepatan media pembelajaran dengan sasaran, yaitu usia, pendidikan, dan pengetahuan penerima, metode yang digunakan, serta penyesuaian terhadap materi harus menjadi panduan dalam Pembuatan Media Pembelajaran. Berikut: 

Contoh Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Berbasis Multimedia Dua Dimensi dengan menggunakan Microsoft PowerPoint 2007

<< Download Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha disini >> Jangan lupa tinggalkan pesan melalui kolom komentar! Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha ini dibuat oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Melalui pembelajaran komputer 1 dan Komputer 2 juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Multimedia. Masih banyak lagi Kumpulan Media Pembelajaran Agama Buddha, jika menginginkan Media Pembelajaran Agama Buddha dapat meninggalkan pesan melalui komentar pada postingan ini atau melalui email admin, heriyanto@stabn-sriwijaya.ac.id.