Artikel, Penelitian, Jurnal Sistem informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI). Jurnal Pendidikan, Jurnal Penelitian, Artikel Ilmiah, Publikasi Penelitian, Jurnal Informatika, Media Komunikasi, Knowledge Sharing
Wednesday, January 30, 2019
PEST Analysis Sebagai Strategi Peningkatan Pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha
Saturday, November 10, 2018
Information System Strategy at Buddhist Religious Colleges in Indonesia
Information System Strategy at Buddhist Religious Colleges in Indonesia, case study at Sriwijaya Buddhist College. The SI/TI Strategic planning at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten is a step in aligning the systems and information technology in accordance with the strategy and business process at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. It is a qualitative descriptive research and this study uses primary and secondary data. The data collection includes interviews, documentation, questionnaires, and direct observation of the organization. The analysis tools used are the method of Value Chain, SWOT, PEST, Porters Five Force, and Critical Success Factor (CSF). The results of this research is a form or formulation of strategic plans IS/IT in accordance with STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten, in the form of data architecture, applications and technology to support business process at STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.
Keyword: Strategic Planning IS/IT, IT Master Plan, Enterprise Architecture Planning, EAP, Information Systems Strategic Planning, Information Technology and Information Systems, Zachman’s Framework.
Download: Penyusunan Rencana Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dengan Enterprise Architecture Planning (EAP), Studi Kasus Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten
Research for a thesis at Budi Luhur University, Jakarta. 2012.
Heriyanto & Ir. Dana Indra Sensuse, MLIS., PhD.
Wednesday, November 7, 2018
Kompetensi Literasi Digital
Gilster (1997: 3) membagi digital literacy competencies ke dalam empat kompetensi inti yang perlu dimiliki, yaitu: Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, dan Knowledge Assembly.
- Internet Searching. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yakni kemampuan untuk melakukan pencarian informasi di internet dengan menggunakan search engine, serta melakukan berbagai aktivitas didalamnya.
- Hypertextual Navigation. Sebagai suatu keterampilan untuk membaca serta pemahaman secara dinamis terhadap lingkungan hypertext. Memahami navigasi hypertext dalam website dan browser. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Pengetahuan tentang hypertext dan hyperlink beserta cara kerjanya, 2) Pengetahuan tentang perbedaan antara membaca buku teks dengan melakukan browsing melalui internet. 3) Pengetahuan tentang cara kerja website meliputi pengetahuan tentang bandwidth, http, html, dan url, serta 4) Kemampuan memahami karakteristik halaman website.
- Content Evaluation. Kompetensi content evaluation mencakup beberapa komponen antara lain: 1) Kemampuan membedakan antara tampilan dengan konten informasi yakni persepsi pengguna dalam memahami tampilan suatu halaman website yang dikunjungi, 2) Kemampuan menganalisis latar belakang informasi yang ada di internet yakni kesadaran untuk menelusuri lebih jauh mengenai sumber dan pembuat informasi, 3) Kemampuan mengevaluasi suatu alamat website dengan cara memahami macam-macam domain untuk setiap lembaga ataupun negara tertentu, 4) Kemampuan menganalisis halaman website, serta 5) Pengetahuan tentang FAQ dalam suatu newsgroup/grup diskusi.
- Knowledge Assembly. Kompetensi ini sebagai suatu kemampuan untuk menyusun pengetahuan, membangun suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik. Hal ini dilakukan untuk kepentingan tertentu baik pendidikan maupun pelaksanaan tugas. Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: 1) Kemampuan untuk melakukan pencarian informasi melalui internet, 2) Kemampuan untuk membuat suatu personal newsfeed atau pemberitahuan berita terbaru yang akan didapatkan dengan cara bergabung dan berlangganan berita dalam suatu newsgroup, mailing list maupun grup diskusi lainnya yang mendiskusikan atau membahas suatu topik tertentu sesuai dengan kebutuhan atau topik permasalahan tertentu, 3) Kemampuan untuk melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh, 4) Kemampuan untuk menggunakan semua jenis media untuk membuktikan kebenaran informasi, serta 5) Kemampuan untuk menyusun sumber informasi yang diperoleh di internet dengan kehidupan nyata yang tidak terhubung ddalam jaringan komunikasi internet.
![]() |
| digital literacy competencies |
Sumber gambar https://tecnologia.mediatelecom.com.mx/2018/09/20/la-era-digital-ha-transformado-todo-que-hasta-podemos-trabajar-en-pijama
b. Penciptaan dan komunikasi informasi digital;
c. Evaluasi informasi;
d. Penghimpunan atau perakitan pengetahuan;
e. Literasi informasi, dan
f. Literasi media.
Digital literacy competencies menjadi sebuah indikator dan alat ukur kemampuan seseorang hingga dapat dikatakan memiliki kemampuan digital literacy. Digital literacy competencies menjadi sebuah kemampuan, keterampilan, yang bergabung dengan pengalaman dalam menggunakan teknologi digital.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Media Pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan suatu pesan atau isi pelajaran, merangsan...
-
Perencanaan Strategis Sistem Informasi Rumah Ibadah Berbasis Teknologi (Studi Kasus pada Cetiya Veluvana Arama di Kabupaten Tangerang) Perma...
-
Disrupsi digital mengacu pada kecepatan dan besarnya kemajuan teknologi yang mengganggu cara-cara yang telah ditetapkan untuk mnciptakan ni...
