Literasi Media Digital Siswa SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Tangerang

01.37

Latar Belakang Proposal Penelitian. Penelitian dengan judul Literasi Media Digital Siswa SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Tangerang. 

Latar Belakang
Perkembangan teknologi membawa perubahan besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan dan menciptakan pola baru dalam memenuhi ketersediaan, mendapatkan, dan meyebarkan informasi. Teknologi digital dan internet sebagai produk teknologi menjadi pemicu terciptanya sumber-sumber informasi dan konvergensi berbagai media. Sumber, konten, dan media informasi terus bermunculan dan dengan mudah dikonsumsi oleh publik.

Kehadiran berbagai bentuk media dan jejaring sosial digital memungkinkan terjadinya akses informasi tanpa batas, kapan saja, dan di mana saja. Perkembangan komunikasi interaktif (new media) juga menjadi sebuah fenomena yang muncul dan berkembang bersama derasnya kemajuan teknologi digital dan arus informasi. Dengan tidak menghilangkan kaidah media itu sendiri, teknologi digital membawa transformasi besar-besaran pada berbagai bentuk sarana komunikasi. Surat kabar, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk telah melebur dalam teknologi digital yang membawa fungsi serta keunggulan tertentu. Berita, iklan, dan berbagai informasi lainnya dapat disebarkan (share) dan diciptakan dengan aplikasi digital, dengan dukungan teknologi internet sebagai alat komunikasi, interaksi, dan kolaborasi.

Transformasi berbagai media dalam bentuk digital membawa dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Keterampilan, pengetahuan, pengalaman, moralitas, dan etika pengguna media digital berpengaruh dan berdampak besar terhadap lingkungan masyarakat itu sendiri, yang tertuang dalam aspek sosial, industri, ekonomi, dan pendidikan masyarakat di era modern sekarang ini.

Permasalahan yang ada, perkembangan media digital belum diimbangi dengan kemapuan filter (menyaring) dan sharing (berbagi) informasi yang baik. Informasi hasil pencarian melalui media digital dan internet langsung saja diterima tanpa melalui analisis mendalam terhadap konten dan kebenaran informasi (https://www.antaranews.com/berita/611131/kemdikbud-kemkominfo-kerja-sama-tingkatkan-literasi-digital-masyarakat). Share konten yang belum tentu kebenarannya, berita bohong (hoax) plagiat yang semakin marak khususnya dalam dunia pendidikan, kurangnya penerapan etika berinternet, pornografi dan pornoaksi dalam media digital, serta pelanggaran terhadap hak kekayaaan intelektual menjadi fenomena besar yang ada dalam masyarakat sekarang ini.

Dalam bidang pendidikan, baik pendidikan tinggi, dasar, dan menengah, adaptasi yang baik sangat dibutuhkan dalam menyikapi perkembangan media digital dan berbagai masalah yang mengikuti. Idealnya dengan kemampuan literasi yang baik, media digital menjadi sarana interaksi, komunikasi, kolaborasi, dan sumber informasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan informasi, khususnya informasi akademik. Digital library, sumber berita online, media pembelajaran dengan pemanfaatan internet, berbagi file melalui e-mail, sumber belajar dengan e-book, interaksi dan kolaborasi melalui media dan jejaring sosial, menulis dan berbagi informasi melalui blog, serta search engine internet yang dapat digunakan untuk mencari referensi pembelajaran merupakan kontribusi positif media digital terhadap bidang pendidikan yang tentunya dapat terjadi dengan dukungan kompetensi mumpuni pengguna teknologi itu sendiri.

Literasi kaitannya dengan media digital merupakan sebuah kompetensi individu berkaitan dengan kemampuan untuk mengakses media digital itu sendiri. Mendapatkan informasi, menganalisis konten, dan kemampuan untuk dapat membuat minformasi baru hasil interaksi dengan teknologi digital merupakan bentuk literasi media digital. Lebih mendalam, literasi media digital tertuang dalam sebuah kompetensi, yaitu kemamampuan dalam mendapatkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan pemanfaatan media dan teknologi digital. Kenyataan dalam dunia pendidikan, masih terdapat siswa yang belum terbiasa dengan penggunaan komputer dan internet, kesenjangan digital (digital devide) masih marak dikalangan pelajar (Hapli, Kristiyono, dkk, 2017), serta tingkat pemahaman siswa terhadap penggunaan internet dan media digital masih kurang. Permasalahan lain pada pelajar tingkat menengah, yaitu pemahaman terhadap bandwith, proses upload, proses download, virus komputer, dan pop up browser yang masih kurang.

Literasi media digital sebuah keharusan dalam dunia pendidikan. Pola pikir, pemahaman, dan karya-karya yang dihasilkan siswa harus merujuk pada cara-cara ilmiah, sistematis, dan didapatkan melalui sumber yang valid dan terpercaya. Analisis dan pemahaman kredibilitas sumber informasi yang digunakan menjadi hal penting, yang selanjutnya digunakan dalam memenuhi kebutuhan informasi akademik mereka.  Literasi media digital siswa terwujud pada pemahaman serta cara mendapatkan dan menyebarkan informasi melalui media digital. Pemanfaatan dan penggunaan internet, website, search engine, media sosial, dan jejaring sosial merupakan bentuk literasi media digital yang menjadi trend masa sekarang.

Merujuk pada pentingnya literasi media digital dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan tingkat menengah, beberapa penelitian telah dilakukan diantaranya: 1) Rezha Rosita Amalia. 2016. Urgensi literasi digital untuk Pelajar SMA: Penelitian survei tingkat literasi digital pelajar SMA Negeri di daerah Instimewa Yogyakarta, dan 2) Nuha Rosidah & Sri Herwindya Baskara Wijaya. 2016. Pengaruh Kompetensi Individu terhadap Tingkat Literasi Media Internet. Melihat berbagai bentuk perkembangan media digital berserta fenomen permasalahan yang mengikuti, Penulis tertarik melakukan penelitian berkaitan dengan profile literasi media digital siswa SMA dan SMK di Kota Tangerang. Pemilihan siswa sebagai subjek penelitian dengan melihat data penetrasi pengguna internet di Indonesia 75,5% pada kisaran usia 10-24 tahun dimana siswa SMA dan SMK termasuk dalam kategori tersebut, kemudian dengan melihat bahwa penggunaan internet 69,8% digunakan oleh pelajar (Survei APJII, 2016). Pemilihan lokasi penelitian di Tangerang didasarkan pada belum adanya penelitian di Tangerang, baik Kabupaten dan Kota yang berkaitan dengan literasi media digital siswa SMA dan SMK, diharapkan hasil penelitian memberikan kontribusi besar terhadap kebijakan, penelitian lanjutan, dan kebutuhan masyarakat terhadap data berkaitan dengan profil literasi digital siswa SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Tangerang. Hasil penelitian juga diharapkan menjadi sebuah data dukung terhadap berbagai program pengembangan literasi digital oleh pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Profil Literasi Media Digital Siswa SMA dan SMK di Tangerang”. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi media digital siswa SMA dan SMK yang meliputi tingkat pemahaman literasi digital, kebutuhan akan penggunaan media digital, pemanfaatan media digital, serta cara mengakses dan menyebarkan informasi kaitannya dengan penggunaan media digital. Diharapkan hasil penelitian bermanfaat dan berkontribusi terhadap manajemen dan kebijakan sekolah, dapat digunakan sebagai masukan dan input terhadap proses pembelajaran dan kurikulum khususnya yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Hasil penelitian juga diharapkan berkontribusi terhadap aspek teknik dan praktik secara langsung dalam pembelajaran untuk lebih meningkatkan adopsi teknologi bagi siswa SMA dan SMK. Kontribusi lain, hasil penelitian menjadi sebuah data akurat dan kredibel yang didapatkan dengan cara ilmiah untuk menjadi sumber, rujukan, dan pengembangan berbagai program literasi digital baik oleh pemerintah dan lembaga pendidikan lainnya

File Presentasi Proposal Penelitian Literasi Media Digital Siswa SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Tangerang.

Digital Literasi, digital literacy competencies.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images